LP3ES

Tuesday
Nov 21st
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Konperensi Pers

Catatan Awal Tahun LP3ES: Politik-Ekonomi Energi Indonesia Tahun 2008

Catatan Awal Tahun LP3ES: Politik-Ekonomi Energi Indonesia Tahun 2008

Ketergantungan perekonomian nasional terhadap kinerja sektor energi tampak makin terasa dalam beberapa tahun terakhir ini seiring dengan tingginya harga komoditas energi, khususnya minyak bumi, di pasaran internasional. Kondisi ini membawa perekonomian kita pada situasi yang paradoksal. Di satu sisi, ketergantungan perekonomian nasional dan APBN terhadap sektor energi makin membesar, di sisi lain kinerja sektor energi nasional masih jauh dari harapan. Pemadaman listrik bergilir, kelangkaan minyak tanah, defisit gas untuk industri, kasus lumpur Lapindo, membengkaknya cost recovery migas yang diiringi dengan kecenderungan penurunan cadangan dan produksi migas yang terus menerus, dan permasalahan seputar subsidi BBM yang tak kunjung usai adalah beberapa “prestasi” sektor energi nasional yang menonjol beberapa tahun belakangan ini.

 

Read more...
 

PENOLAKAN PUBLIKASI HASIL RISET PEMILU DAN QUICK COUNT DIATUR DALAM RUU PEMILU

PENYATAAN PERS

LP3ES, PUSKAPOL UI, LEMBAGA SURVEI INDONESIA & LITBANG KOMPAS

 

PENOLAKAN PUBLIKASI HASIL RISET PEMILU DAN

QUICK COUNT DIATUR DALAM RUU PEMILU

 

Beberapa waktu lalu terungkap kabar bahwa dalam rapat Panitia Kerja RUU Pemilu Anggota DPR, DPR dan DPRD ada kesepahaman bahwa hasil jajak pendapat atau survei tidak dipublikasikan saat masa tenang. Panja Pemilu juga membahas kemungkinan ditahannya hasil hitung cepat (quick count) sampai dengan pengumuman hasil resmi pemilihan umum oleh KPU atau KPUD.

Read more...
Page 5 of 9

Optimalkan Lahan Untuk Ketahanan Pangan

Optimalkan Lahan Untuk Ketahanan Pangan

Oleh: Mahyudi Mahar

Maraknya fenomena alih fungsi lahan pertanian sudah seyogyanya jadi perhatian semua pihak. Sebagai ilustrasi, data terakhir dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air, Departemen Pertanian, menunjukkan bahwa sekitar 187.720 hektar sawah beralih fungsi ke penggunaan lain setiap tahun, terutama di Pulau Jawa. Sementara Badan Pertanahan Nasional, menggambarkan bahwa total lahan sawah beririgasi yakni 7,3 juta hektar, hanya sekitar 4,2 juta hektar (57,6%) yang dapat dipertahankan fungsinya. Sisanya, sekitar 3,01 juta hektar (42,4%) terancam beralih fungsi ke penggunaan lain.

More: