LP3ES

Tuesday
Nov 21st
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Konperensi Pers

QUICK COUNT LP3ES: TIDAK SEKEDAR MENGHITUNG SUARA

Jakarta, 7 Agustus 2007

Sebagai salah satu lembaga pemantau independen yang terakreditasi oleh KPUD DKI Jakarta, LP3ES akan melaksanakan Quick Count pada Pilkada 8 Agustus besok. Kegiatan ini melibatkan 600 relawan yang akan memantau proses pencoblosan dan penghitungan suara di 400 TPS yang dipilih secara acak.  Dari pemantauan tersebut, Quick Count LP3ES akan menghasilkan bukan hanya prediksi hasil perolehan suara kedua pasang calon tetapi juga penilaian terhadap kualitas pemungutan suara. Inilah yang membedakan Quick Count LP3ES dengan kegiatan sejenis yang dilaksanakan oleh sejumlah lembaga lain. LP3ES menempatkan Quick Count pada esensinya sebagai instrumen pemantauan pelaksanaan pemilu dan bukan semata-mata menghitung prediksi perolehan suara.
Read more...
 

Tingkat Partisipasi Masyarakat Dalam PILKADA DKI Jakarta Diperkirakan Rendah

Tingkat Partisipasi Masyarakat Dalam PILKADA DKI Jakarta Diperkirakan Rendah

Press Release Pilkada DKI Jakarta 20-07-2007 

Hasil kajian Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi Sosial (LP3ES) tentang partisipasi masyarakat dalam Pilkada DKI Jakarta menunjukkan indikasi rendahnya tingkat keikutsertaan masyarakat dalam pencoblosan. Diprediksikan hanya 40% dari jumlah masyarakat yang terdaftar yang akan ikut mencoblos.. 

Read more...
Page 8 of 9

Optimalkan Lahan Untuk Ketahanan Pangan

Optimalkan Lahan Untuk Ketahanan Pangan

Oleh: Mahyudi Mahar

Maraknya fenomena alih fungsi lahan pertanian sudah seyogyanya jadi perhatian semua pihak. Sebagai ilustrasi, data terakhir dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air, Departemen Pertanian, menunjukkan bahwa sekitar 187.720 hektar sawah beralih fungsi ke penggunaan lain setiap tahun, terutama di Pulau Jawa. Sementara Badan Pertanahan Nasional, menggambarkan bahwa total lahan sawah beririgasi yakni 7,3 juta hektar, hanya sekitar 4,2 juta hektar (57,6%) yang dapat dipertahankan fungsinya. Sisanya, sekitar 3,01 juta hektar (42,4%) terancam beralih fungsi ke penggunaan lain.

More: