LP3ES

Tuesday
Nov 21st
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

40 Persen Pemilih Belum Terima Undangan

E-mail

JAKARTA - Hasil pemantauan Lembaga Penelitian Pendidikan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) memerlihatkan, hingga dua hari menjelang pencoblosan pemilu 9 April, terdapat 40 persen pemilih yang sudah terdaftar sebagai pemilih, belum memeroleh undangan maupun pemberitahuan untuk memilih.
Hasil penelitian tersebut kata Direktur Eksekutif LP3ES, Kurniawan Zein, diketahui setelah lembaganya melakukan pemantauan pada 5-7 April dengan mewawancarai 800 responden yang memiliki telepon rumah di empat kota. Masing-masing Kota Medan, Semarang, Ambon dan Jayapura.
"Pemilihan responden dilakukan dengan cara mencuplik secara proporsional jumlah pemiliih di masing-masing kota yang menjadi lokasi pemantauan. Hasilnya, 10 persen pemilih mengaku tidak tahu apakah dirinya menerima undangan pemberitahuan pemungutan suara," ujarnya di Jakarta, Senin (7/4).

Selain terkait surat undangan, hasil survei kata Kurniawan, juga memerlihatkan 11 persen masyarakat yang memiliki hak pilih saat diwawancarai menyatakan belum terdaftar dan tidak mengetahui dirinya sudah terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT).

"23 persen merasa dirinya telah terdaftar karena pada saat pilkada di daerahnya sudah pernah terdaftar. Kemudian 25 persen mengetahui sudah terdaftar karena didatangi panitia pemutakhiran daftar pemilih dan hanya 29 persen yang mengetahui sudah terdaftar karena memeriksa DPT," katanya.
Kurniawan Zein sangat menyayangkan kondisi yang terjadi, karena dari temuan memerlihatkan masih rendahnya tingkat kepedulian masyarakat terhadap daftar pemilih yang akan menjamin hak suara pemilih pada saat pemungutan suara dilakukan.(gir/jpnn)

Sumber. JPPN

 

Optimalkan Lahan Untuk Ketahanan Pangan

Optimalkan Lahan Untuk Ketahanan Pangan

Oleh: Mahyudi Mahar

Maraknya fenomena alih fungsi lahan pertanian sudah seyogyanya jadi perhatian semua pihak. Sebagai ilustrasi, data terakhir dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air, Departemen Pertanian, menunjukkan bahwa sekitar 187.720 hektar sawah beralih fungsi ke penggunaan lain setiap tahun, terutama di Pulau Jawa. Sementara Badan Pertanahan Nasional, menggambarkan bahwa total lahan sawah beririgasi yakni 7,3 juta hektar, hanya sekitar 4,2 juta hektar (57,6%) yang dapat dipertahankan fungsinya. Sisanya, sekitar 3,01 juta hektar (42,4%) terancam beralih fungsi ke penggunaan lain.

More: