LP3ES

Friday
Jun 23rd
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Studi Perdamaian

E-mail

Image Pendekatan pembangunan yang selama ini  bersifat Top Down dan Sentralistik, telah membawa dampak negative bagi masyarakat. Situasi ketimpangan,ketidakadilan dan kemiskinan adalah produk dari  pembangunan yang lebih mementingkan hasil daripada proses partisipatif dan transparan, bahkan tidak jarang yang menimbulkan  konflik. Dimana konflik tidak hanya antara Negara (state) dengan masyarakat (society), tetapi juga antar masyarakat dengan masyarakat, masyarakat dengan pengusaha, masyarakat dengan pemerintah daerah, atau bahkan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.  

Untuk itu LP3ES merasa perlu ikut merespons persoalan tersebut, karena pada dasarnya LP3ES mempunyai pengalaman dalam melibatkan diri penyelesaian konflik untuk pengelolaan sumberdaya alam. Berdasarkan pengalaman tersebut, maka pada tahun 2001 LP3ES mengembangkan bidang kegiatan “Studi Perdamaian”, termasuk juga mempromosikan perdamaian baik yang dilakukan orang , lembaga dan kegiatan ditingkat lokal ke pihak yang lebih luas.  Kegiatan ini lebih memberi perhatian pada kajian tentang kejadian konflik, melakukan pemetaan atas berbagai jenis konflik, mengembangkan institusi-institusi masyarakat lokal dalam penyelesaian konflik dan melakukan policy advocacy terhadap penyelesaian konflik



 

Peace Study

Development approaches, which so far have been Top-Down and Centralistic, have brought about negative impacts on the people. The situation of inequality, injustice and poverty are the products of development, which took results more important than participatory and transparent processes. This situation often led to conflicts, not only between the state and the society, but also between people, between people and entrepreneurs, between people and the regional government, and even between the central government and the regional government.

Therefore, LP3ES felt that it also should respond to that issue because basically it was quite experienced in taking part to resolve conflicts in natural resources management. Based on its experiences, in 2001 LP3ES developed an activity called “Peace Study”, which included promoting peace efforts made by other people, institutions and the local people to the public at large. The Peace Study gives greater attention to studies of conflicts, the mapping of the types of conflicts, the development of local community institutions for resolving conflicts, and  carrying out  policies to advocate conflict resolution

 


     


 

 

Optimalkan Lahan Untuk Ketahanan Pangan

Optimalkan Lahan Untuk Ketahanan Pangan

Oleh: Mahyudi Mahar

Maraknya fenomena alih fungsi lahan pertanian sudah seyogyanya jadi perhatian semua pihak. Sebagai ilustrasi, data terakhir dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air, Departemen Pertanian, menunjukkan bahwa sekitar 187.720 hektar sawah beralih fungsi ke penggunaan lain setiap tahun, terutama di Pulau Jawa. Sementara Badan Pertanahan Nasional, menggambarkan bahwa total lahan sawah beririgasi yakni 7,3 juta hektar, hanya sekitar 4,2 juta hektar (57,6%) yang dapat dipertahankan fungsinya. Sisanya, sekitar 3,01 juta hektar (42,4%) terancam beralih fungsi ke penggunaan lain.

More: