LP3ES

Friday
Jun 23rd
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Pengembangan Kelembagaan CSO

E-mail

ImageKeberadaan institusi Civil Society Organisation (CSO) dalam proses pembangunan semakin diperlukan.  Setelah rezim Orde Baru turun, keberadaan masyarakat sipil  bermunculan dengan pesat. Dengan semakin longgarnya “kekangan” Negara dalam mengendalikan kekuatan demokrasi, maka direspons oleh masyarakat dengan membentuk organisasi masyarakat sipil di berbagai tempat. Keadaan dan perkembangan institusi tersebut perlu direspons dan diantisipasi, dalam rangka peningkatan kinerja dan perannya di masyarakat.

Dengan memperhatikan peran strategis CSO saat sekarang dan di masa depan, maka LP3ES memberi perhatian untuk terlibat dalam pengembangan kelembagaan CSO.


 

Development of CSO

Civil Society Organization (CSO) is more and more needed in Indonesia’s development processes. After the New Order regime collapsed, the civil society emerged so fast. The easing of state control over democracy forces was responded by the people by forming civil society organizations in different places. The condition and development of the organizations should be properly responded and anticipated in order to improve their performance and roles in the society.

While taking into account strategic roles of CSOs at present and in the future, LP3ES gives attention to its development in the development of CSOs


 


     


 

 

 

Optimalkan Lahan Untuk Ketahanan Pangan

Optimalkan Lahan Untuk Ketahanan Pangan

Oleh: Mahyudi Mahar

Maraknya fenomena alih fungsi lahan pertanian sudah seyogyanya jadi perhatian semua pihak. Sebagai ilustrasi, data terakhir dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air, Departemen Pertanian, menunjukkan bahwa sekitar 187.720 hektar sawah beralih fungsi ke penggunaan lain setiap tahun, terutama di Pulau Jawa. Sementara Badan Pertanahan Nasional, menggambarkan bahwa total lahan sawah beririgasi yakni 7,3 juta hektar, hanya sekitar 4,2 juta hektar (57,6%) yang dapat dipertahankan fungsinya. Sisanya, sekitar 3,01 juta hektar (42,4%) terancam beralih fungsi ke penggunaan lain.

More: