LP3ES

Tuesday
Nov 21st
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Mengembalikan LP3ES sebagai Lembaga Pengembangan Intellectualpreneurship

E-mail

ImageRapat Perencanaan LP3ES bertekad mengembalikan lembaga ini sebagai salah satu organissasi non pemerintah terkemuka dalam pengembangan pengetahuan sosial ekonomi untuk transformasi  Indonesia ke  arah yang lebih adil, cerdas, dan bermartabat.

 

Eforia demokrasi telah menumbuhkan demokrasi transaksional, dan menjadi ajang pesta elite partai dan para pemodal yang makin jauh dari kepentingan publik. Ruang Publik yang terbuka karena demokratisasi telah dibajak dan dimasuki elite lama sehingga peran Masyarakat Sipil makin terpinggirkan. Disisi lain, proses demokratisasi dan reformasi politik tidak serta merta merubah birokrasi. Birokrasi, tetap berperilaku sebagaimana birokrasi orde baru.

Tekanan globalisasi ekonomi membuat kebijakan pemerintah jadi makin pro pertumbuhan yang mengorbankan kelompok miskin atau  marjinal dan kelestarian lingkungan. Partisipasi, good governance, dan  pemberdayaan hanya menjadi “jargon” kampaye politisi dan diadopsi birokrasi sebagai “proyek-proyek berskala massif” yang jauh dari esensinya.

Beberapa pokok pikiran diatas mengemuka dalam Rapat Perencanaan LP3ES yang berlangsung tanggal 9 -10 Pebruari 2011 di kantor LP3ES, Slipi Jakarta. Hadir pada acara tersebut Ketua Badan Pengawas LP3ES Satrio B. Joedono, Ketua Badan Pengurus Rustam Ibrahim, Sekretaris Pengurus Erfan Maryono, anggota pengurus Hadimulyo dan Anggota Perhimpunan Didik J. Rachbini dan Agung Prihatna.


Knowledge Industry

Pasca kejatuhan rejim otoriter Soeharto nyatanya tidak diikuti sebuah transisi politik menuju demokrasi substansial, melainkan hanya pada tingkat prosedural dan kebebasan tertentu. Menurut Anggota Pengurus LP3ES Hadimulyo, pada kondisi bangsa seperti ini mengembalikan LP3ES sebagai lembaga perkaderan kepemimpinan intelektual yang memiliki komitmen tinggi terhadap perubahan Indonesia ke arah yang lebih baik menjadi suatu keharusan.

Hadimulyo menambahkan, dengan pengalaman LP3ES selama sekitar 40 tahun baik itu independensi, integritas kelembagaan dengan basic core values yang terjaga berikut Akumulasi hasil kajian, penelitian, dan studi bisa menjadi modal untuk membangun body of knowledge LP3ES sebagai Knowledge Industry


Spirit NGO

Memulai diskusi  tentang peran dan kiprah LP3ES sebagai NGO, Mudaris Ali Masyhud yang memandu diuskusi mengatakan, semakin ke belakang LP3ES –sama seperti yang lain --semakin kehilangan spiritnya sebagai NGO. Beberapa pertanyaan terlontar, misalnya apa sesungguhnya spirit NGO yang masih harus dibawa dan lestarikan? Situasi apa yang menyebabkan semakin hilangnya kepercayaan terhadap NGO? Apakah masih ada ruang untuk membangkitkan spirit ke-NGO-an ke depan?

Erfan Maryono,  Sekretaris Pengurus dan sekaligus pembicara dalam diskusi Pra Perencanaan Program LP3ES, mengurai bagaimana situasi Eksternal dan Internal LSM saat ini. Menurut Erfan, situasi internal LSM saat ini adalah adanya kecenderungan menurunnya kepercayaan masyarakat pada NGO dan makin banyak LSM yang tidak kualitatif sehingga Akuntabilitas LSM dipertanyakan.

Dari segi program, menurut Erfan, saat ini LSM lebih terpaku pada advokasi kebijakan dan kurang memperhatikan perubahan pada tingkat implementasi dan Terjebak pada “arus mainstream”  serta kurang dapat mengembangkan pemikiran “out of the box”.

"LSM saat ini makin kehilangan jati diri sebagai kekuatan alternatif dan tidak mampu menggalang sumber daya alternatif untuk mengatasi ketergantungan pada donor internasional", tambah Erfan


LP3ES, menurut Erfan harus mampu menjadikan demokrasi bermanfaat pada publik, demokrasi tidak cukup hanya dengan melakukan kegiatan elektoral survey dan quick count. LP3ES juga harus mampu menjawab tantangan program mengatasi kemiskinan dan kesenjangan ekonomi, Adaptasi dan mitigasi perubahan iklim serta Pelayanan Kebutuhan Dasar Warga berbasis Hak.


Program Kerja

Selain penyampaian visi dan misi LP3ES kedepan, peserta rapat perencanaan juga membahas program kerja LP3ES tahun 2011. Pada kesempatan ini, Kepala Divisi PSDAL, PSEM, CESDA dan PENELITIAN menyampaikan beberapa fokus kegiatan yang akan dilakukan pada tahun 2011.

Beberapa program yang akan dilakukan seperti penguatan kegiatan pada sektor migran, kemiskinan dan ekonomi mikro (PSEM), Policy Research Desentralisasi dan Pemerintahan Daerah, Survey Public Opinion, Research School (PENELITIAN), Peningkatan Kesejahteraan petani beririgasi, Mekanisme Pembayaran Jasa Lingkungan, Pengembangan kawasan alam dan Pendidikan lingkungan Air bersih dan sanitasi (PSDAL), Diskusi 2 (dua) bulanan mengenai Isu-isu sosial, politik, kebudayaan dan ilmu sosial kritis, Training dan Internship berbentuk Pemagangan Bersertifikasi untuk mahasiswa tingkat akhir (CESDA)

Dalam sambutan penutupnya, Direktur Eksekutif LP3ES Kuswanto SA berharap semua program yang direncanakan bisa berjalan dengan maksimal, untuk itu Kuswanto berharap semua kegiatan bisa dikoordinasikan dengan matang baik pada tingkat perencanaan maupun implementasi kegiatan di lapangan. Dan pada akhirnya, LP3ES ke depan mampu menggali kembali nilai-nilai dan spirit LSM –seperti inovasi, cara berfikir alternatif, orientasi pada penyadaran dan penyelesaian masalah, dan sebagainya.***

 

Optimalkan Lahan Untuk Ketahanan Pangan

Optimalkan Lahan Untuk Ketahanan Pangan

Oleh: Mahyudi Mahar

Maraknya fenomena alih fungsi lahan pertanian sudah seyogyanya jadi perhatian semua pihak. Sebagai ilustrasi, data terakhir dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air, Departemen Pertanian, menunjukkan bahwa sekitar 187.720 hektar sawah beralih fungsi ke penggunaan lain setiap tahun, terutama di Pulau Jawa. Sementara Badan Pertanahan Nasional, menggambarkan bahwa total lahan sawah beririgasi yakni 7,3 juta hektar, hanya sekitar 4,2 juta hektar (57,6%) yang dapat dipertahankan fungsinya. Sisanya, sekitar 3,01 juta hektar (42,4%) terancam beralih fungsi ke penggunaan lain.

More: