LP3ES

Saturday
Oct 21st
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Pemberdayaan Ekonomi Rakyat

E-mail

Image Ketika model pembangunan alternatif diperkenalkan pada akhir 1970-an dan awal 1980-an, LP3ES mulai memberi perhatian pada pengembangan sektor ekonomi skala kecil. Di wilayah perkotaan, pengembangan ekonomi skala kecil dan sektor informal dilakukan dengan mengembangkan sentra-sentra industri kecil, memberikan dampingan manajemen usaha kecil, pelatihan wirausaha, dan fasilitasi pemasaran produk-produk usaha kecil. Di wilayah pedesaan, dilakukan melalui program pengembangan sosial ekonomi melalui pesantren, dengan mengembangkan usaha-usaha ekonomi masyarakat sekitar pesantren, maupun melalui koperasi-koperasi pesantren. Strategi dan pendekatan yang digunakan di dalam pengembangan ekonomi kerakyatan baik yang di perkotaan maupun di pedesaan bertumpu pada tiga strategi utama, yaitu (a) memperkuat sumber daya manusia, (b) memperkuat kelembagaan dan otoritas komunitas, dan (b) membangun skema kridit mikro yang dapat diakses oleh komunitas miskin (rakyat).  

Program pemberdayaan  ekonomi kerakyatan di LP3ES, pada mulanya di lakukan oleh  Program Pengembangan Usaha Kecil di wilayah perkotaan dan Program Pesantren untuk wilayah pedesaan. Sejak 1994, kedua program ini tergabung ke dalam Divisi Pengembangan Sosial Ekonomi Masyarakat (PSEM). Visi dan mandat yang diberikan kepada PSEM adalah melakukan kajian, pengembangan dan pemberdayaan masyarakat di bidang sosial ekonomi, baik di pedesaan maupun di perkotaan. Untuk melaksanakan mandat dan visinya, LP3ES membangun jaringan dengan organisasi sejenis, lembaga pemerintah, LSM internasional, swasta maupun  lembaga donor internasional.


 

Empowermnet of People's Economy

 When alternative development models were introduced in late 1970s and early 1980s, LP3Es began to give attention to the development of the small-scale economic sector. In urban areas, the development of small-scale economy  and the informal sector was carried out by developing small industrial centers, management facilitation for  small enterprises, entrepreneurship training, and marketing facilitation for the marketing of small enterprise products. In rural areas, social and economic programs were carried out through pesantrens (Islamic boarding schools) by  developing economic enterprises of people living around pesantrens, and through pesantren cooperatives. Strategies and approaches used in people’s economy development in urban and rural areas were grounded on three main strategies namely (a) strengthen human resources, (b) strengthen community institutions and authority, and (c) build  micro-credit schemes that could be accessed by poor people.

People’s economy development programs at LP3ES were initially carried out by Small Enterprise Development Program in urban areas and Pesantren Program for rural areas. From  1994, the programs were integrated into People’s Social and Economic Development Division (PSEM). PSEM’s vision and mandate were conduct studies, develop and empower people in social and economic fields, in rural and urban areas. In order to materialize its mandate and vision, LP3ES developed networks with similar organizations, government agencies, international NGOs, private organizations and international donors.
 

Optimalkan Lahan Untuk Ketahanan Pangan

Optimalkan Lahan Untuk Ketahanan Pangan

Oleh: Mahyudi Mahar

Maraknya fenomena alih fungsi lahan pertanian sudah seyogyanya jadi perhatian semua pihak. Sebagai ilustrasi, data terakhir dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air, Departemen Pertanian, menunjukkan bahwa sekitar 187.720 hektar sawah beralih fungsi ke penggunaan lain setiap tahun, terutama di Pulau Jawa. Sementara Badan Pertanahan Nasional, menggambarkan bahwa total lahan sawah beririgasi yakni 7,3 juta hektar, hanya sekitar 4,2 juta hektar (57,6%) yang dapat dipertahankan fungsinya. Sisanya, sekitar 3,01 juta hektar (42,4%) terancam beralih fungsi ke penggunaan lain.

More: