LP3ES

Friday
Sep 22nd
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Peluang Bursa calon Pemilihan Presiden 2009

E-mail
Hasil exit poll LP3ES yang dilakukan pada pemilu legislatif 9 April 2009, telah berhasil menjaring pendapat masyarakat yang memberikan gambaran kecenderung preferensi politik masyarakat mengenai pilihan calon presiden pada pemilu presiden yang akan datang.

 

1. SBY masih mendominasi Bursa Calon Presiden

 

Figur SBY  masih memiliki elektabilitas yang relatif tinggi dibandingkan figur-figur lain yang disebut-sebut akan mencalonkan diri sebagai Presiden. Namun demikian, sebagai catatan, masih cukup masyarakat (25%) yang belum tahu calon presiden yang akan mereka pilih (lihat Grafik.1).  Jika dilihat dari sebaran masyarakat yang akan memilih figur-figur tersebut berdasarkan afiliasi politik mereka pada Pemilu 2009, terlihat bahwa partai-partai yang memiliki figur Calon Presiden mampu menahan sebagian besar pendukungnya untuk  memilih figur tersebut. Tetapi tidak demikian dengan partai-partai yang tidak memiliki figur Calon Presiden, sebagian besar menyatakan akan memilih figur SBY. (lihat Tabel 1.) 

 

2. Hidayat Nurwahid lebih favorit menjadi Cawapres bagi SBY

 

Hal yang mengejutkan dalam peta variasi pasangan capres/cawapres bahwa popularitas Hidayat Nurwahid menggeser Jusuf Kalla sebagai cawapres yang difavoritkan berpasangan dengan SBY (lihat tabel 2.). Hal ini dipengaruhi faktor relatif tingginya perolehan suara PKS menempati ranking keempat setelah Demokrat, Golkar, dan PDI-P. Namun demikian, peta di atas masih bersifat dinamis karena masyarakat yang belum menentukan pilihan ada sebesar 31,6%. 


Tingginya peta dukungan  atas pasangan SBY-Hidayat Nurwahid berasal dari pemilih Demokrat (39,4%), PKS (51,5%), PAN (22,3%), dan PPP (26,1%). Sementara tinggi dukungan atas pasangan SBY-JK berasal dari pemilih Golkar (25,6%) dan Hanura (22,1%). Satu hal yang menarik bahwa terdapat 14,4%  pendukung Golkar yang lebih memilih pasangan SBY-Hidayat Nurwahid daripada  SBY-JK (lihat tabel 3.)  

 

3. Hidayat Nurwahid dan Akbar Tanjung Figur Cawapres Alternatif untuk SBY

 

Di luar pasangan Capres/Cawapres yang tersedia di atas, responden juga diminta untuk memberikan penilaian figur siapakah yang tepat menjadi pasangan SBY jika benar-benar pecah kongsi dengan JK. Di luar figur JK, nama-nama yang dinilai secara mayoritas masyarakat layak mendapingi SBY sebagai Cawapres adalah Hidayat Nur Wahid (27,4%) dan Akbar Tandjung (15,2%) (lihat grafik.2)     

 

4. Head to Head Pasangan Capres/Cawapres

 

Jika hanya tersedia tiga pasangan Capres/Cawapres, Megawati-Sultan HB X, JK-Hidayat Nur Wahid, dan SBY-Akbar Tanjung, pasangan SBY-Akbar Tandjung akan mendapat dukungan tertinggi (33,0%) dibandingkan pasangan Mega-Sultan dan JK-Hidayat Nur Wahid (lihat tabel 4.). (Penting dikemukakan bahwa pada saat disain survei ini disusun hingga dilaksanakan pada hari H pelaksanaan Pemilu, belum mengakomodasi wacana terbaru mengenai rencana koalisi terbaru pasca pemungutan suara). 

 

Para pemilih Golkar lebih cenderung memilih pasangan SBY-Akbar Tanjung (35,2%) ketika Jusuf Kalla maju sebagai calon presiden berpasangan dengan Hidayat Nurwahid (28,3%) (lihat tabel 5), 

 

(Download detail)

 

Optimalkan Lahan Untuk Ketahanan Pangan

Optimalkan Lahan Untuk Ketahanan Pangan

Oleh: Mahyudi Mahar

Maraknya fenomena alih fungsi lahan pertanian sudah seyogyanya jadi perhatian semua pihak. Sebagai ilustrasi, data terakhir dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air, Departemen Pertanian, menunjukkan bahwa sekitar 187.720 hektar sawah beralih fungsi ke penggunaan lain setiap tahun, terutama di Pulau Jawa. Sementara Badan Pertanahan Nasional, menggambarkan bahwa total lahan sawah beririgasi yakni 7,3 juta hektar, hanya sekitar 4,2 juta hektar (57,6%) yang dapat dipertahankan fungsinya. Sisanya, sekitar 3,01 juta hektar (42,4%) terancam beralih fungsi ke penggunaan lain.

More: