LP3ES

Tuesday
Nov 21st
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

MENAKAR BASIS DUKUNGAN PARTAI POLITIK DAN KUALITAS PELAKSANAAN PEMILU 2009

E-mail

Press Release

13 April 2009 

 

 

MENAKAR BASIS DUKUNGAN PARTAI POLITIK DAN KUALITAS PELAKSANAAN PEMILU 2009   

 

Pemilu Legislatif 9 April baru saja berlangsung. Proyeksi perolehan suara partai-partai politik  peserta    telah  diketahui    melalui  quick   count,   ditandai   dengan    kemenangan Partai  Demokrat   dan   lolosnya   sembilan   partai   politik   ke   Senayan   karena   berhasil melampaui parliamentary treshold 2,5%.

 

Disamping   prediksi   perolehan   suara   partai-partai   politik,   aspek lain yang  tak kalah penting   untuk   diketahui   masyarakat   adalah   menyangkut   kualitas proses Pemilu   itu sendiri. Apakah Pemilu telah berlangsung jujur dan adil? Seberapa banyak indikasi kertas suara tidak sah? Seberapa  tinggi  partisipasi    pemilih  yang  sekaligus memproyeksikan   tingkat   “golput”   pada   Pemilu   kali   ini?  Quick count  LP3ES mampu menggambarkan  aspek-aspek     ini  karena   LP3ES  menempatkan quick    count   pada esensinya sebagai salah satu instrumen pemantauan, bukan menghitung perolehan suara semata.

 

Selain  quick   count,   LP3ES   juga   menyelenggarakan  exit   poll,   yaitu   survei  perilaku pemilih yang ditujukan kepada mereka yang baru saja mencontreng di TPS. Melalui exit   poll,   kita   dapat   memperoleh   gambaran   mengenai   peta   dukungan  partai-partai politik berdasarkan aspek demografis seperti wilayah, tingkat pendidikan, gender, dan afiliasi ormas keagamaan; serta analisis mengenai peralihan pilihan politik masyarakat dibandingkan Pemilu 2004.

 

Hasil  exit   poll  LP3ES   juga   mampu   menggambarkan   pandangan   masyarakat   terkait dengan segi-segi teknis pelaksanaan Pemilu seperti sulit-tidaknya memberikan suara di TPS, efektivitas sosialisasi yang dilakukan KPU, serta kecenderungan masyarakat apakah   memilih   Caleg   ataukah   partai.   Temuan   ini   penting   sebagai   evaluasi   guna perbaikan penyelenggaraan Pemilu selanjutnya. (Download)

 

 

 

Untuk informasi lebih lanjut harap menghubungi:

              Fajar Nursahid, Kepala Divisi Penelitian LP3ES

              0815-8049385 / (021) 567-4211, This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

 

Optimalkan Lahan Untuk Ketahanan Pangan

Optimalkan Lahan Untuk Ketahanan Pangan

Oleh: Mahyudi Mahar

Maraknya fenomena alih fungsi lahan pertanian sudah seyogyanya jadi perhatian semua pihak. Sebagai ilustrasi, data terakhir dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air, Departemen Pertanian, menunjukkan bahwa sekitar 187.720 hektar sawah beralih fungsi ke penggunaan lain setiap tahun, terutama di Pulau Jawa. Sementara Badan Pertanahan Nasional, menggambarkan bahwa total lahan sawah beririgasi yakni 7,3 juta hektar, hanya sekitar 4,2 juta hektar (57,6%) yang dapat dipertahankan fungsinya. Sisanya, sekitar 3,01 juta hektar (42,4%) terancam beralih fungsi ke penggunaan lain.

More: