LP3ES

Friday
Jun 23rd
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Penelitian

E-mail

Image Sejarah kegiatan penelitian di LP3ES bisa dilacak ke periode paling awal, disaat organisasi ini berdiri. Para pendiri LP3ES adalah sejumlah tokoh akademisi yang sangat besar perhatiannya pada kegiatan itu, diantara mereka adalah Emil Salim, Nono Anwar Makarim, Ismid Hadad, Dorojatun Kuntjoro Jakti dan Satria B. Joedono. 

Mereka menekankan perlu adanya pemikiran pembangunan alternatif yang berbeda dengan pemikiran yang didukung pemerintah. Seiring dengan perjalanannya menghantarkan LP3ES pada riset-riset yang relevan untuk melakukan perubahan sosial. Dan ini sangat  berguna untuk mengidentifikasi berbagai konsep pembangunan  yang saat itu lebih menitik beratkan aspek pertumbuhan. Salah satu karya nyata dari hasil riset LP3ES yang diakomodasi pemerintah adalah lahirnya Badan Perencana Pembangunan Daerah. 

Namun demikian,apa yang dilakukan LP3ES kemudian lebih bervariasi. Di awal tahun 90-an LP3ES juga mengembangkan penelitian kuantitatif, termasuk di bidang ini adalah survei pendapat umum (polling) dan survei lainnya dengan sample besar. Sejak itu LP3ES secara rutin mengadakan survei pengumpulan pendapat umum (public opinion polls) tentang beragam topik mencakup sosial, politik dan budaya. 

 

 

Research

The history of research activities at LP3ES can be traced back to the earliest  period of its existence, when it was founded. Founders of LP3ES were a number of academics so highly concerned about research activities.  They included Emil Salim, Non Anwar Makarim, Ismid Hadad, Dorojatun Kuntjoro Jakti and Satria B. Joedono.    

Those people stressed the need for alternative development thinkings that differed from government-endorsed ones. In its development, LP3ES arrived at a stage where it carried out researches relevant to  social changes. Such researches were very useful for identifying different concepts of development, which then stressed the growth aspect. One of the concrete results turned out by LP3ES’s researches, which were accommodated vby the government, was the creation of Regional Development Planning Agency (Bappeda) for provincial and regency/city governments.  

However, what were carried out LP3ES later varied. In early 1990s, it developed qualitative researches, including public opinion surveys (polling) and other sorts of surveys with large samples. Ever since, LP3ES has routinely conducted public opinion polls on different topics that covered social, political and cultural affairs

 


     
 

Optimalkan Lahan Untuk Ketahanan Pangan

Optimalkan Lahan Untuk Ketahanan Pangan

Oleh: Mahyudi Mahar

Maraknya fenomena alih fungsi lahan pertanian sudah seyogyanya jadi perhatian semua pihak. Sebagai ilustrasi, data terakhir dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air, Departemen Pertanian, menunjukkan bahwa sekitar 187.720 hektar sawah beralih fungsi ke penggunaan lain setiap tahun, terutama di Pulau Jawa. Sementara Badan Pertanahan Nasional, menggambarkan bahwa total lahan sawah beririgasi yakni 7,3 juta hektar, hanya sekitar 4,2 juta hektar (57,6%) yang dapat dipertahankan fungsinya. Sisanya, sekitar 3,01 juta hektar (42,4%) terancam beralih fungsi ke penggunaan lain.

More: